Wanita di Ranah Pria

Wanita di Ranah Pria

Menjadi satu-satunya wanita di suatu tempat atau pekerjaan, membuat saya memiliki sudut pandang sendiri dengan pemikiran orang-orang. Banyak faktor yang membuat seorang wanita sulit untuk melakukan yang ia suka atau mengembangkan kemampuannya di bidang atau hal yang biasa dilakukan oleh kaum pria. Bahkan terkadang faktor ini yang membuat seorang wanita ragu untuk maju dan mengembangkan potensialnya di bidang yang ia sukai.

    1. Kepercayaan

Ketika seorang wanita akan masuk kedalam ranah yang biasanya hanya ada pria, faktor kepercayaan ini yang selalu menjadi dinding penghalang pertama. Kata-kata seperti : “Ah, cewe bisanya apa sih?”, “Cewe ngapain masuk sini?”, “Yah, cewe pasti nyusahin aja”, dan mungkin kata-kata lain yang akan melukai hati seorang wanita itu.

Saya pribadi sulit sekali diterima kerja hanya karena faktor kepercayaan ini. Tak banyak dari mereka, justru menolak dengan alasan hanya membutuhkan pegawai pria.

    1. Kasihan

Ketika seorang wanita sedang sibuk melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan pria, biasanya orang yang lihat menjadi kasihan sama dia. “Ya ampun cewe itu instalasi mesin sendirian, kasihan banget”, “Gara-gara kerja dipabrik kamu jadi kucel dan keringetan”, “Cewe jangan kerjain ini kasihan, kamu lihatin aja disana” dan kata-kata lain yang selalu membuat saya pribadi gagal melakukan hal yang disukai dan berakhir dengan tidak dapat mengembangkan diri sama sekali.

Faktor kasihan ini yang selalu menjadi penghalang kedua untuk membuktikan kemampuan seorang wanita ke orang yang telah mempercayainya. Tak jarang faktor kasihan ini yang juga membunuh kemampuan yang sudah di miliki karena tidak terasah lagi.

    1. Kekuatan

Faktor ini adalah faktor yang paling tidak bisa dihindari oleh setiap wanita. Harus diakui kaum pria lebih kuat daripada kaum wanita. Banyak pekerjaan berat yang akan ditemui apalagi ketika seorang wanita itu masuk ke bidang Engineering, Automotive, Service, Production, atau yang lainnya. Sulitnya mempelajari suatu teknologi tanpa memegang dan membongkar langsung, membuat banyak wanita yang menjauhkan diri di bidang ini.

Wanita jauh lebih teliti dari pria karena itu wanita banyak memilih bekerja dibidang Keuangan atau sekretaris daripada bidang lain, meski bidang lain itu tidak hanya membutuhkan kekuatan fisik semata.

    1. Tempat Bernaung

Wanita yang terlihat kuat sebenarnya adalah wanita yang paling lemah. Kenapa? Karena ia bertarung dan menyelesaikan masalahnya sendiri dalam perih karena tak tau dimana tempat bernaung. Pada kenyataannya persaingan tidak ditentukan hanya oleh posisi, terkadang oleh gender. Ketika seorang wanita berhasil melampaui kemampuan seorang pria, persaingan antar genderpun terjadi. Tapi, kemanakah tempat wanita bernaung ketika ia berada diranah wanita?.

Mungkin bagi yang akan terjun ke profesi yang kebanyakan digeluti oleh kaum Pria, sebaiknya mempertimbangkan faktor-faktor tadi. Kembalikan pada diri sendiri, apa yang sebenarnya anda inginkan?

Tidak semua orang yang selalu berpikiran negatif ketika melihat wanita di ranah pria. Justru orang yang dapat berpikiran positif inilah yang menyadarkan saya perlunya wanita di ranah pria. Menyadarkan kalau berbedaan gender justru untuk melengkapi satu sama lain. Percaya dengan sifat lembut dan teliti dari seorang wanita dapat menyelesaikan masalah yang rumit dan mencegah datangnya masalah baru.

Rasa kasihan yang biasa ditunjukan orang sekitar mengajarkan saya untuk berpikir positif dan menghargai diri sendiri karena memang kekuatan wanita lebih terbatas dari pria. Namun, sebagai wanita kita bisa men-support dan mencegah hal-hal yang tak diduga oleh pria tanpa ada persaingan.

Seorang teman saya mengatakan:

“Do whatever you want to do!”

dan

“If you do wrong, do it strong!”

Jika anda wanita dan menyukai bidang yang biasa digeluti kaum pria, tekuni itu. Meski itu terasa berat, hadapi dengan kuat!