Di Tengah Ragu Menjalani Hubungan LDR

Di Tengah Ragu Menjalani Hubungan LDR

LDR

Saya tidak menyangka pada awalnya kalau “pacaran” saya ini bisa sampai ke tahun 8 dengan orang ini. Saya juga tidak menyangka kalau selama pacaran, saya ataupun dia bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Saya juga tidak menyangka, saya ternyata mampu menyayangi orang ini setiap harinya.

Saya juga tidak menyangka kalau ternyata kita itu pasangan yang tangguh dan punya rasa percaya yang kuat.

 

Bagi kamu menjalani LDR dan sedang berpikir untuk menyerah? Berikut tips “anti goyah” saya berikut ini :

1. Percaya > Komunikasi (?)

Dua hal yang penting dalam suatu hubungan menurut saya adalah rasa percaya dan komunikasi yang baik. Loh, bagaimana dengan sifat jujur? Menurut saya, kejujuran akan timbul ketika kalian sudah berhasil mempercayai pasangan kalian

Di sini hal yang paling “saklek” menurut saya adalah percaya. Komunikasi kalian boleh lancar, boleh setiap detik dan menit kalian berhubungan sama pacar kalian. Tapi…. Apa dengan itu kalian bisa percaya? Menanamkan rasa percaya ke seseorang itu SUSAH. Karena, ketika suatu hari rasa percaya itu hilang atau kebablasan, malah bisa menjadi boomerang kepada hubungan kita.

Berkomunikasilah seperlunya, sepentingnya, selayaknya. Status saya pegawai saat ini dan pasangan saya melanjutkan studi kembali. Dari segi waktu saja sudah berbeda. Dari segi komunikasi pastinya berbeda. Saya ada kesibukan tersendiri, begitupun dia.

Kami tetap berkomunikasi dengan landasan percaya satu sama lainnya. Saya pasti selalu laporan kalau sudah di kantor begitu pula bila dia mau berangkat ke kampus. Kami sama-sama mendoakan hari kami agar lancar, dan sama-sama mengucapkan “Have a good day“.

Ingat, kamu dan dia dan siapapun itu tidak suka di “kekang” atau terlalu “bawel” dan kamu harus mempercayai bahwa pasangan kamu sudah dewasa. Perhatian itu boleh, namun jangan ekstrem. Mereka juga punya teman, punya aktifitas lain selain bersama kalian, dan berhak bahagia (sesekali) tanpa kalian.

 

2. Mengakrabkan Diri Dengan Ego

Perempuan selalu merasa ingin di mengerti, selalu merasa ingin di pahami, atau kerennya dalam bahasa sekarang “di-kode-in, langsung paham”. Selalu ingin berharap “aah…. Pengen deeh liburan kayak si A” atau “mesra banget yaa si B laki-nya kasih bunga pake boneka beruang” dkk dsb dst yang tidak akan pernah habis.

Ingat, kalian hidup di dunia nyata bukan di dunia dongeng. Laki mana sih yang gak kesel kalau cewe-nya ngambek tanpa alasan yang jelas dan kamu sebagai cewe hanya nunggu dia “paham”, berharap dia bisa langsung tau mau nya kalian apa.

Kalau memang pacar kalian romantis, bisa “baca pikiran” kalian, ya itu bagus… atau mungkin sesekali bisa memberikan pacaran seperti di negeri dongeng, tapi, kalau nggak?

Ya minta.

Minta beliin dia bunga kalau kamu pengen, minta dia romantis, minta dia ajak kamu jalan-jalan liburan. Tidak semua laki-laki bisa langsung paham sama kamu, kebanyakan laki-laki justru akan sangat berterimakasih jika kamu “minta” dan kasih tau langsung apa yang “kamu mau”.
Dan percayalah, setiap orang punya cara tersendiri dalam menyayangi pasangannya.

 

3. Larang Ini Itu?!

Gak ada dalam kamus saya, ketika pacaran seseorang jadi berhak ngelarang kamu ini dan itu, dan kalian tidak harus selalu berdua setiap saat, bukan? Kamu kebetulan di rumah, dan tiba-tiba kamu bersikeras minta dia temenin kamu di rumah? Hei…. Gitu amat sih hidupnya?
Biarkan dia bersosialisasi dengan yang lain. Toh bukan dunia cuma milik kalian berdua doang. Iya, pastinya nge-date butuh dong. Tapi gak setiap hari kalian nge-date kan?

 

Kalau kalian berdua saling percaya, mau dia pergi keujung dunia pun dia akan kembali lagi buat kamu.

 

4. Always Think (+)

Kalau kamu memang sudah berpikir dari awal “he’s the one” maka di setiap langkah yang dia ambil, kamu akan selalu berusaha mendukung dia. Sama halnya dengan dia, kalau dia udah berpikir kalau kita “the one” dia pasti akan melakukan hal yang sama.
Pikir positifnya, contoh kecilnya saya sekarang yang ditinggal ketika ia ingin menuntut ilmu lagi. Toh itu buat masa depan dia, untuk dia lebih mengenal dunia, dan untuk dia memiliki banyak channel dan networking ke depannya. Dan pastinya juga akan kembali untuk saya. Untuk saya nanti bisa bahagia sama dia.

Pacaran itu susah. Nggak ada pelajarannya. Pelajaran itu semua di dapatkan dari kita yang menjalaninya. Bagaimana saling menerima dua otak yang berbeda. Bagaimana mengontrol ego kita yang kadang mengutamakan gengsi. Bagaimana cara memiliki visi yang sama.

 

Salam, pejuang LDR!