Ketika Semua Temanmu Sudah Menikah dan Punya Anak

Ketika Semua Temanmu Sudah Menikah dan Punya Anak

Ada masanya dimana kamu dan teman-teman dekatmu saat kecil main bareng. Lalu, sekolah bareng. Kemudian, kuliah bareng. Kerja pun bareng. Tapi ada juga masanya dimana kamu tidak selalu bareng momennya dengan teman-teman. Misalnya menikah, dan berkeluarga.
Lebih dalamnya, punya anak.

Awal umur 20-an adalah masa dimana kamu mulai mempertimbangkan masak-masak hampir segala keputusan yang kamu buat dalam hidup. Dari hal yang kecil seperti pilih makan nasi atau kentang karena takut buncit, sampai hal yang dianggap rumit karena tidak hanya melibatkan otak tapi juga hati. Tentunya keputusan untuk menikah dan punya anak adalah keputusan yang tidak sembarangan. Mungkin ini tidak selalu dialami oleh kamu yang membaca artikel ini, tapi tanpa terasa sebagian dari kamu sudah dihadapkan pada realita bahwa teman-teman dekatmu sudah menikah, dan bahkan mempunyai anak.

Dan satu fakta lagi. Kamu bertemu dengan jodohmu pun belum.

Tiba-tiba ada urgensi yang datang untuk mengejar ketertinggalan. Kemudian disusul dengan kegelisahan karena tak kunjung bertemu. Tekanan dari kerabat dekat dan lingkungan sekitar berupa pertanyaan yang mengarah pada rencanamu mengambil keputusan yang tidak sembarangan itu pun terus dilontarkan, apalagi di depan banyak orang. Seolah-olah dunia berkonspirasi untuk memaksamu memutuskan sesuatu yang bahkan kamu belum tahu harus mulai dari mana.

Sangat dimengerti sekali, karena pada hakikatnya kita semua adalah manusia. Memang rasanya aura negatif dari situasi ini lebih dominan, padahal sebenarnya tidak juga. Sekarang, anggap saja kamu ini orang yang luar biasa hebat karena benar-benar bisa mengontrol emosi. Mari kita mulai lihat positifnya.

Kamu punya waktu untuk lebih siap.

Temanmu yang sedang menyiapkan pernikahannya biasanya akan berbagi ceritanya denganmu. Kamu bisa tahu hal apa saja yang harus diperhatikan. Mulai dari susunan acara akad dan resepsi, komparasi penyedia jasa layanan katering, pemilihan perias pengantin, negosiasi harga gedung, warna dan bahan seragam, sampai menentukan siapa saja yang layak menjadi tamu VIP atau (sekedar) menjadi among tamu. Percayalah, tugas among tamu itu berat. Otot wajah dan kaki mereka benar-benar diuji ketahanannya semata-mata untuk membuat tamu undangan bahagia ketika datang ke pernikahanmu, untuk bersalaman denganmu dan pasanganmu di pelaminan. Pengalaman pribadi.

Temanmu yang sudah menikah biasanya punya satu dua pengalaman pertama yang baik untukmu. Sederhana, supaya kamu juga bisa merasakan kehangatan yang sama seperti yang dialaminya. Dia akan bercerita kepadamu bagaimana rasanya belajar membagi waktu untuk orang yang dia sayangi bukan hanya satu dua hari, tapi seumur hidup. Dia akan bercerita kepadamu bagaimana rasanya pertama kali tidur di rumah mertua. Dia akan bercerita kepadamu bagaimana canggungnya berhadapan dengan pasangan ketika sudah di dalam selimut. Dia akan bercerita kepadamu bagaimana sarapan pagi bersama pasangannya berakhir dengan semangkuk Indomie rebus dengan cabe rawit karena belum belajar masak sama sekali.

Temanmu yang sudah mempunyai anak biasanya punya satu dua nasihat yang baik untukmu. Lagi-lagi karena alasan yang sederhana, supaya kamu bisa memberikan kasih sayang yang terbaik seperti yang diberikan orangtuamu padamu. Dia tidak ingin kamu kaget ketika disapa pertama kali oleh anakmu dari layar USG. Dia ingin kamu mendengar tangis anakmu pertama kali dalam keadaan sehat. Dia ingin kamu bertanya ke kerabat dekatmu atau tetanggamu siapa yang punya baby stroller tidak terpakai. Dia ingin kamu memastikan kambing gulingnya enak dan cukup untuk semua yang hadir di aqiqah-an anakmu nanti.

Temanmu ingin yang terbaik untukmu. Temanmu ingin kamu bahagia.

Tuhan punya rencana yang baik untukmu selama kamu percaya pada-Nya. Bersiaplah.

 

Regards,

Reza Satria

3 Responses
    1. Hey Kinta, thanks for your feedback. Will post some thoughts again, soon!

  1. Hahaha aku mengalaminya sekarang.. Semua teman sudah menikah sodara sodara sdh pny anak bebi bebi lucu dan saya… Wisuda saja ngadat oh God.. Are YOU punish me…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *