Joe Hisaishi: Permainan Nada yang Merangkul Emosi

Joe Hisaishi: Permainan Nada yang Merangkul Emosi

Bagi saya, enak tidaknya sebuah komposisi musik – terutama score dalam soundtrack film atau serial TV – bukan hanya nada-nada catchy, namun juga bagaimana sang komposer “menyihir” musiknya sehingga penonton terhanyut. Kali ini, Joe Hisaishi memenangkan hati saya.

Bicara soal komposer kenamaan, siapa sih yang nggak kenal John Williams, Hans Zimmer, Harry Greggson-Williams, atau Ramin Djawadi? Jika kalian suka nonton film-filmnya Studio Ghibli, Joe Hisaishi menggarap HAMPIR semua soundtracknya. Bayangin, film-film Ghibli yang banyak dan punya tema berbeda-beda (anti mainstream pula!) punya soundtrack yang keren banget karena digarap serius oleh Joe Hisaishi tanpa kehilangan ciri khasnya. Selain menggubah musik untuk film-film Studio Ghibli, beberapa drama / film Jepang dan Korea seperti Otoko-tachi no Yamato, Taewangsesangi (Legend of the Four Gods) dan Welcome to Dongmakgol turut memperpanjang karir Joe Hisaishi.

Pada akhir April 2015 lalu Joe Hisaishi menggelar konser di Udine, Italy, sebagai bukti bahwa nggak hanya pecinta film Ghibli dan masyarakat Jepang yang terpukau dengan karya beliau, namun juga masyarakat internasional. Wow!

Many of the films scored by Hisaishi are huge hits in Italy: his performance received a standing ovation from the 1,200-strong audience.

Untuk informasi lebih lanjut, kalian bisa langsung klik ke http://www.scmp.com/lifestyle/arts-entertainment/article/1780283/studio-ghibli-composer-joe-hisaishi-talks-about-how.

Penasaran? Mending pasang headset/earphone kalian dulu biar “sihir”nya langsung terasa. Oh iya, lagu di bawah ini merupakan soundtrack favorit saya dari Spirited Away, film studio Ghibli pertama yang saya tonton – dan masih jatuh cinta.

Bisa dibilang, saya sering terenyuh kalau mendengarkan lagu ini saking indahnya. Timeless. Pas banget sama filmnya yang bisa ditonton sama semua umur. Oiya, bagi yang belum nonton, lagu ini muncul ketika Chihiro yang tersesat di dunia arwah tiba-tiba teringat pertemuan pertamanya dengan Haku, bocah yang bisa berubah jadi naga. Makin indah ditambah denting-denting piano yang dimainkan oleh, you guessed it: the man himself.

Mau yang lebih ‘macho’? Dengerin soundtrack “Otoko-tachi no Yamato” berikut ini deh.

Di awal track, sepintas mirip sama signature Hans Zimmer saat menggarap soundtrack film-film bergenre serupa. Walau ciri khas Joe Hisaishi masih kental di situ, feel-nya jadi lebih ‘laki’, bukan hanya laki-laki (para tokoh utamanya) yang maju ke medan perang di bawah naungan kapal Yamato, namun juga para laki-laki berbagi nasib saat memperjuangkan hal yang sama: negara dan orang yang dicintainya. Emang deh, kombinasi film perang Jepang dengan soundtrack yang keren nggak pernah gagal bikin saya nangis.

Dari 2 contoh di atas bisa disimpulkan bahwa permainan nada gubahan Joe Hisaishi yang mengiringi film-film tidak hanya berhasil memberi nyawa, namun juga merangkul emosi penonton sehingga lebih mudah menghayati film sekaligus soundtracknya karena benar-benar digarap dari hati. Dari yang serasa kembali ke masa kecil, merinding – saking kerennya-,  menyelami dunia fantasi Ghibli yang entah dimana batasnya dan hanya Tuhan, Hayao Miyazaki dan Joe Hisaishi yang tahu, sampai merasakan pergulatan para pemuda di film Otoko-tachi no Yamato. Rasanya kepingin banget nonton beliau gelar konser di Jakarta!

Buat pecinta soundtrack apalagi pecinta musik, siap-siap menghayati tiap nadanya sampai eargasm.

Regards, RDP