Sisi Lain Introvert

Sisi Lain Introvert

funny-picture-comics-brain-introvert

Pada hakikatnya, manusia adalah makhluk sosial sejak lahir hingga meninggal: harus berbasa-basi satu sama lain tergantung keperluan. Namun ada sebagian yang memilih untuk mengurangi intensitas untuk terlibat dalam kehidupan sosial sehingga dikategorikan sebagai introvert.

Seringkali, introvert dianggap sebagai suatu karakteristik yang “salah” karena mereka terlalu asyik dengan dunia mereka sendiri, yang dibatasi oleh tembok setinggi Castle Black. Enggan bergaul, lebih suka bersantai di tempat sepi, pasif, pendiam, membosankan, memendam perasaan, gampang tersinggung, melankolis, dan sebagainya. Memang tidak sepenuhnya salah, apalagi jika lingkungannya lebih dominan orang-orang ekstrovert. Paling nggak, itulah yang jadi anggapan saya ketika ditanyai apa kekurangan saya.

Sampai manajer di tempat saya bekerja sekarang berkata, “Introvert nggak selalu jadi kekurangan, lho.” Sebagai seorang introvert, saya tergugah apa yang menjadi alasannya berkata demikian. Percaya nggak percaya, ternyata ada sisi lain dari seorang introvert yang bisa dilihat dari sudut pandang yang lebih positif. Misalnya….

1. Kalau punya teman/pasangan introvert, dia nggak sungkan ngasih perhatian yang tulus ke orang lain. Makanya kalau sekalinya diperlakukan salah, dia akan mengalami trust issue dalam jangka waktu yang cukup lama sehingga susah membuka diri ke orang baru. Buat introvert, ketulusan adalah harga mati (eh, lebay nggak sih?).
2. Berpikir sebelum bertindak – berhubung kaum introvert benci banget sama konflik, sebisa mungkin apa yang mau dilakukan dipikirkan dulu matang-matang pro dan kontranya. Tapi hati-hati, kalau terlalu larut lama-lama jadi overthinking.
3. Kreatif? Jelas iya. Tapi bukan tipe kreatif untuk pamer, ya. MurniĀ untuk mengekspresikan apa yang dirasakan. Diapresiasi ya syukur, kalo nggak ya nggak apa-apa. Yang penting kualitas.
4. Masih bersambung dari poin kedua, introvert cenderung melihat sesuatu dari banyak sudut pandang dan ditelaah secara mendalam. Mereka selalu mencari silver linings dari masing-masing sudut pandang, seteguh apapun pendiriannya. Tapi dia tetap punya prinsip tersendiri yang sulit digoyahkan.
5. Walau kesannya “terasing”, banyak yang beranggapan kehadiran seorang introvert itu menenangkan karena bisa dijadikan pendengar yang baik.
6. Introvert itu, diam-diam ‘mematikan’. Kelihatannya mungkin kalem dan cenderung pendiam, tapi introvert itu pengamat ulung dan cenderung peka sama situasi.
7. Gampang kok kalo mau membahagiakan seorang introvert, selama nggak harus dipaksa berinteraksi dan tahu apa saja yang dia sukai.

Sebenernya masih banyak lagi sisi lain introvert yang bisa dieksplor, tapi untuk tahap awal, semoga tujuh poin ini bisa membuka pandangan baru terhadap orang-orang introvert.

Lagipula, melihat dengan dua mata lebih baik daripada hanya dengan sebelah mata. Nanti picek, lho.

 

Best Regards, RDP