Belajar Sejarah Korea Lewat Jang Yeong Sil

Belajar Sejarah Korea Lewat Jang Yeong Sil

Belajar sains sambil menikmati penggalan sejarah Korea dan diajari oleh aktor-aktris papan atas lewat akting mereka? Drama kolosal atau sageuk nggak pernah se-mempesona ini. Serius. Awalnya saya penasaran karena yang main adalah Song Il Kook, ayah ganteng dari si kembar tiga Daehan Minguk dan Manse. Padahal karakternya lugu tapi cerdas, jauh dari kesan ksatria gagah seperti tokoh leading man di dalam drama sageuk. Tapi makin ditonton, saya makin terpesona. Aigoo…

Sejak variety show  Return of Superman menayangkan episode Song Triplets jadi cameo drama terbaru sang ayah, Jang Yeong Sil, saya excited banget nunggu jadwal tayangnya. Sambil menunggu – dan cari streamingan ber subtitle– , isenglah saya browsing siapa gerangan sosok yang diperankan oleh oppa, eh, appa Il Kook ini.

Jang Yeong Sil adalah ilmuwan astronomi pertama di masa awal dinasti Joseon. Lahir dengan status half-blood karena sang ayah adalah bangsawan yang hobi meneliti matahari dan ibunya adalah budak, Eun Bok – nama Yeong Sil waktu kecil- sering di-bully karena bisa membaca dan antusias belajar astronomi. Ketika dewasa pun, bahkan walau kemampuannya di bidang sains diakui  (dan secara personal akrab) oleh raja Sejong, banyak yang iri sama Yeong Sil karena status budaknya.

Selama nonton, kebanyakan adegan yang melibatkan Yeong Sil selama hampir 10 episode pertama adalah: Lepas tangkap lagi, lepas tangkap lagi… (coba baca pake nada “hempas datang lagi” ala Syahrini), karena di satu sisi kecerdasannya dapet perhatian dari Raja Agung Sejong, namun di sisi lain ada sekelompok pemberontak anti-Joseon yang benci, terutama setelah Yeong Sil memecahkan “kode astrologi” yang rupanya sengaja diganti oleh para pemberontak. Kostumnya pun otentik, nggak ada cerita si tokoh cowok punya “poni lempar” *. Ditambah akting castnya yang mumpuni bin ciamik, jalan cerita serial ini jadi makin seru untuk diikuti.

Melihat dari sisi sejarah, drama sageuk Jang Yeong Sil berlatar di masa peralihan dinasti Goryeo ke Joseon yang diwarnai oleh pertumpahan darah. Saat peralihan pemerintahan tersebut, raja-raja pertama dinasti Joseon termasuk raja Taejo (ayahanda Raja Sejong) sering mengadakan upacara gerhana bulan dan matahari agar kerajaannya diberkahi, namun apa daya karena menggunakan kalender yang berbeda, upacaranya sering gagal. Rupanya oh rupanya, ada konspirasi yang sengaja dibikin oleh pemberontak anti-Joseon di kalender batu yang terletak di halaman istana sehingga pelaksanaan upacara sering gagal, entah karena salah lokasi atau tanggalnya. Maka di sinilah peran para ilmuwan seperti Jang Yeong Sil untuk menentukan waktu yang tepat supaya ketika mau mengadakan upacara atau hajatan pihak kerajaan nggak perlu tebak-tebak buah manggis.

Selain itu, karena pada zaman tersebut negeri Joseon masih menjalani hubungan bilateral dengan Cina (dulu disebut Ming), semuanya (dari fashion, pendidikan, sampai kalender) berkiblat ke Cina. Makanya ketika Raja Sejong dan Yeong Sil memutuskan untuk bikin kalender sendiri dengan perhitungan yang lebih akurat, hubungan bilateral pun terancam hancur. Saat itu karena belum ada jam dinding, Yeong Sil bikin jam air, peta langit, sampai bahan peledak demi meneliti langit dan bumi. Canggih!

Karena Raja Agung Sejong yang visioner klop banget sama Yeong Sil, selama pemerintahannya beliau meninggalkan banyak jejak untuk sejarah Korea pada dinasti Joseon. Misalnya, selain penemuan kalender Korea bareng Jang Yeong Sil, beliau juga menggagas penggunaan aksara hangeul, mendirikan istana Gyeongbuk, nulis buku tentang pertanian, dan masih banyak lagi sehingga pengaruhnya masih terasa sampe sekarang di Korea sana.

Walaupun kita bukan orang Korea, bukan berarti kita nggak bisa ngambil contoh bagus dari sejarahnya. Salah satunya ya, dengan nonton serial Jang Yeong Sil ini.

RDP

*P.S.: di dalam drama sageuk, biasanya si tokoh jagoan pasti deh punya “poni lempar” biar keliatan kekinian walau settingnya jaman dulu. Hihi!

One Response
  1. Waoo penggemar GOT juga ya berrti sMa dengan aku

Comments are closed.