Ketika Seseorang Memilih Untuk Bahagia

Ketika Seseorang Memilih Untuk Bahagia

Dari beberapa cerita inspirasional tentang orang yang berhasil menemukan dirinya dalam keadaan sebaik-baiknya, selalu dimulai dengan mereka yang memilih untuk bahagia.

Saya pada umumnya hanya manusia, tumbuh dengan segala hiruk pikuk sosial, yang dimulai dari keluarga, sekolah, kuliah, hingga dunia kerja. Hidup saya tidak mulus dari cacat, beberapa pengalaman buruk tetap ada, namun seiring saya tumbuh dan membuka diri saya, saya rasa hampir semua orang memiliki latar belakang yang tidak jauh berbeda.

Ketika saya baru lulus, saya terjerembab dalam jurang depresi. Saya kehilangan motivasi saya dalam hidup, hampir kehilangan pasangan saya, dan saya meringkuk dalam kesedihan setiap malamnya, dan menghina hidup setiap paginya.

Dunia kerja ternyata tidak linear.

Saya tadinya seperti dijanjikan bahwa ketika kita memberikan yang terbaik di kuliah, akan terbayar di dunia pekerjaan. Dunia kerja ternyata tidak linear. Saya harus bangun pagi untuk berebut tempat duduk di bus, namun ironisnya saya harus dengan senyum sinis memberikan tempat ke orang yang lebih membutuhkan. Saya terjebak 3-5 jam setiap harinya di dalam perjalanan.

Pasangan saya yang tadinya supportif pun kehilangan kesabaran atas saya yang selama ini memiliki mimpi-mimpi besar seolah jatuh tersudut melihat dunia yang begitu besar, hobi kami sewaktu itu hanya bertengkar tanpa ada sebab yang jelas.  Setiap malam, saya banyak menghabiskan waktu menahan tangis saya sendiri, karena saya sendiri takut kenapa saya tiba-tiba menangis tanpa sebab.

Saya menjalani hidup secara sembarangan, menghina secara sinis dalam hati setiap orang yang ada di dalam transportasi umum, berpikir dunia tidak adil terhadap saya yang memiliki intelijensi lebih tinggi daripada khalayak kebanyakan, dan kualitas tidur saya semakin lama semakin buruk, saya juga semakin tidak kooperatif di kantor.

Hingga suatu saat saya putus dengan pasangan saya, yang pada waktu itu sedang jalan dua tahun tujuh bulan kalau tidak salah.

Dunia saya runtuh.

Rasa sedih seseorang memang tidak bisa dibanding-bandingkan, kehilangan dapat diinterpretasikan emosi seseorang sesuai pengalaman masing-masing, ketika seseorang mencintai seseorang melebihi mereka mencintai dunia dan dirinya sendiri, umumnya, kesedihan yang tiada tara yang akan terjadi.

Tiga hari pertama, dada saya sesak, rasa sedih saya menyelimuti saya bagai menjadi selimut. Setelah itu pun, saya tidak bisa merasakan apa-apa lagi. Semua seperti menjadi tidak berarti, dan saya sampai ke tahap di mana saya memilih untuk bahagia.

Semudah itu saja. Hari-hari saya yang tadinya kelam, menjadi cerah lagi.

Namun ada beberapa hal yang saya sadari ketika saya memilih untuk bahagia.

1.Kadang kita tidak melihat dunia apa adanya

Seseorang akan menemukan jati dirinya ketika ia melihat dunia secara utuh tanpa dihias ataupun dicoreng. Sayangnya, kebanyakan orang yang tumbuh dalam rasa kecewa di hidupnya menyimpan persepsi yang salah tentang hidup. Mereka selalu melihat hidup lebih buruk daripada kebanyakan orang lain melihatnya. Lalu mereka kemudian menjadi sinis, dan mengkritisi apa saja yang ada, hingga akhirnya frustrasi sendiri.

Namun bukan berarti mereka yang memiliki persepsi hidup terlalu tinggi akan lebih baik. Mereka umumnya malah lebih stres daripada sebelumnya. Terutama bagi mereka yang ekspektasi tentang hidupnya terlalu tinggi. Saran saya sih, mulai dari apa yang kamu punya, dan di mana kamu berada, lalu lihatlah kamu dan mereka secara apa adanya.

2.Kalau kamu tidak percaya sama diri kamu, siapa lagi yang mau percaya

Sebagai negara yang relijius, sayang masyarakatnya tidak memiliki iman bahwa mereka bisa menjadi apapun di dunia ini jika mereka percaya. Kita semua tahu bahwa kita tidak pernah benar-benar tahu kita ini sedang dibawa kemana oleh Yang Maha Kuasa, namun atasanmu, bawahanmu, temanmu, dan pasanganmu tidak bisa kamu perlakukan sama seperti itu.

Hidup ini dimulai dari diri sendiri, kalimat yang keluar dari mulut kamu, cara kamu berdiri, dan segala kebiasaan kamu akan mengukirkan karaktermu. Karaktermu ya akan menjadi rejekimu. Jika seseorang memiliki pandangan hidup yang mencla-mencle, mau cepat kaya, itu akan terlihat. Jika seseorang memiliki keinginan untuk bekerja keras, percaya bahwa jika ia belajar dan bekerja keras ia bisa, maka itu akan terlihat juga.

Tidak akan berarti ribuan orang yang percaya pada kamu, ketika kamu tidak mempercayai dirimu sendiri.

3.Mengetahui apa yang kamu mau dan butuh, akan membebaskanmu dari rasa takut

Kenali apa yang terjadi dengan hidup kamu sekarang, lalu mulai tulis sebenarnya apa yang kamu mau dan kamu butuhkan. Lalu buatlah plan, ini terdengar seperti advise yang begitu dasar dan bodoh, orang dungu pun tahu. Namun begitu banyak orang di tempat yang saya temui, tidak tahu mau dibawa kemana hidup mereka.

Ingat, tujuan itu bukan untuk semata-mata dicapai dan digenggam, tapi menjadi suatu simbol representatif komitmen seseorang untuk menjadi lebih baik menuju nilai tersebut. Jangan mengeluh, kalau yang kamu mau dan butuh saja tidak tahu.

4.Jangan dipaksa untuk positif terus menerus

Hidup ini tidak linear, bukan garis lurus dengan kemiringan konstan, semakin banyak tenaga yang dimasukkan, semakin banyak hasil yang dipanen. Tidak seperti itu secara terus menerus, kadang kegagalan memberikan waktu untuk instropeksi, memberikan ruang baru untuk berpikir lebih berbeda dari sebelumnya. Ketika kerja keras sebelumnya terus menerus gagal, mungkin sudah waktunya ganti cara.

Dan sesekali tidak apa-apa untuk merasa frustrasi lagi, namun kali ini karena kita benar-benar gagal. Dan saya yakin, kali ini gagalnya benar-benar dapat dinikmati, karena kali ini kita tahu bahwa kamu semakin dekat ke tujuanmu.

Saya bukanlah orang dengan cahaya sinar positif berbinar seperti itu, saya hanya sekedar pria yang merasa telah menemuka polanya dan akan terus menerus menjadi lebih baik setiap harinya. Dan hidup manusia tidak akan pernah berakhir, hingga akhirnya mereka bertemu penciptanya. Saya rasa, Tuhan menginginkan umatnya untuk berkunjung di dunia ini untuk menikmati cobaanNya dengan elegan, bukan terseret-seret mendayu-dayu.