Mumbling #1

Mumbling #1

Tulisan ini berasal dari laman pribadi. ditulis sekitar 2 atau 3 tahun yang lalu

Penasaran tidak sih rasanya mati bagaimana?

Saya tidak tahu mesti mulai dari mana.

Pernahkah kalian bertanya-tanya ketika kematian menghampiri, siapakah yang akan datang untuk menangisi kepergian kalian

Atau melihat kenyataan pahit, ketika semasa hidup kalian tidak mempunyai teman bermain atau bahkan teman bertukar pikiran, tetapi ketika kalian sudah berpulang, malah tiba-tiba manusia yang sempat atau sekedar pernah berinteraksi dengan kalian berbondong-bondong mendatangi pemakaman.

Atau malah, sebaliknya?

Kira-kira siapa yang akan menceritakan kebaikan kalian?

Atau malah, sebaliknya?

Ketika kepergian seseorang tidak mempunyai nilai sama sekali, seperti tikus tergilas mobil.

Seandainya tidak ada kepergian, hanya kehilangan. Ketika makhluk hidup sudah menemui ajalnya, sepersekian mili kulit pun mulai menguap di udara. Satu persatu lapisan mulai menghilang. Sampai akhirnya fragmen-fragmen ingatan pun turut menghilang.

Dengan menghilangnya satu makhluk hidup, hilanglah pula ingatan tentang diri mereka pada setiap makhluk yang pernah berinteraksi dengannya. Ya, bahkan dari ingatan keluarga dan teman terdekat mereka.

Seandainya tidak ada kematian,melainkan kehilangan. Ketika makhluk hidup sudah mencapai ajalnya,sepersekian mili kulit mulai menguap diudara, satu persatu lapisan mulai menghilang, sampai pada akhirnya fragmen-fragmen ingatan ikut menghilang.

Dengan menghilangnya satu makhluk hidup,hilang pula ingatan tentang dirinya di tiap makhluk yang pernah berinteraksi dengannya, termasuk keluarga, dan teman.

Untuk yang sadar, umur di dunia itu pendek, dan waktu kita di muka bumi sangatlah singkat.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *