Tentang Comfort Zone

Tentang Comfort Zone

ada satu quote:

“great things never came from comfort zone.”

atau

“life begins at the end of your comfort zone.”

Kalo umumnya banyak yang menggambarkan comfort zone itu bulet, ditengah tengahnya ada elo dan mengartikan bahwa hidup lo sekarang ada di zona nyaman. Simpelnya, zona nyaman di mana diri lo ga mau susah dan lo berusaha menghindar dari masalah, demi kenyamanan diri sendiri. Dan diluar zona nyaman itu adalah sebuah kehidupan yang sebenarnya (kata internet), sebuah hidup yang didasari atas berusaha, keinginan, memecahkan tiap masalah, dan terus merobohkan tiap lapis ‘tembok’ yang ada di depannya. Gw setuju dan gw ga percaya.

Kalo pemahaman gw comfort zone adalah sebuah sphere, ditengah-tengahnya ada lo. Udah dibayangin? Bagus. sphere (atau kita sebutnya bola transparan) ini adalah bola biasa, tidak mengandung konsep zona nyaman sama sekali. dan diluar bola tersebut, kita tidak tahu apakah itu udara yang sama atau tidak, kita hanya bisa memandangi dari balik bola transparan ini.

Tapi apa yang bikin bola tersebut zona nyaman adalah diri lo berada di tengah-tengahnya,stagnan dan pasif absolut. Kita bisa bergerak bebas dan mendapatkan apa yang kita mau, dan untuk itu, diperlukan: keingintahuan,tenaga, berani menghadapi resiko, dan ketidakpuasan. Bentuk kongkritnya, lo berlari menuju ujung dari bola tersebut. Berharap ujung bola tersebut adalah sebuah jawaban atas apa yang lo perjuangkan.

Tapi bola tersebut akan berubah bentuk jika kita berusaha menjauh dari pusat bola. bola akan terus membesar dan membesar seiring dengan rasa keingintahuan, ketidakpuasan,dll terus dipompa. Kenyataanya lo tidak akan mencapai ujung dari bola tersebut. Bagian penting : yang lo lakukan terlihat sia-sia, dan rawan sekali amarah muncul kapan aja. Tapi yang tidak lo sadari adalah lo baru aja membuat bola yang lo miliki menjadi besar, sebuah proyeksi bahwa lo telah berusaha untuk tidak stagnan, dan juga menjadi lebih bijaksana. semua kesulitan yang lo hadapi selama perjalanan menuju ujung bola hanya menjadi comfort zone bagi diri lo. Great things tersebut ternyata ada di dalam zona kenyamanan kan? ternyata life begins itu ga harus ada di the end of your comfort zone kan?

Tiga ratus empat puluh sembilan kata tersebut membawa kita kepada satu hal yang lebih penting daripada konsep zona kenyamanan itu sendiri,bahwa,

“process is everything.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *