Ngobrol Tengah Malam: Positif vs Negatif

Ngobrol Tengah Malam: Positif vs Negatif

Gw akan memulai paragraph ini dengan beberapa pertanyaan; Pernah gak sih lo menjadi seorang yang paling sering mendapat masalah yang ga diduga duga, sampai-sampai hal tersebut menghambat lo untuk terus termotivasi untuk melakukan aktifitas di masa depan?
Walaupun satu-satunya yang lo lakukan itu cuma terus berusaha agar lo gak ketemu sama masalah tersebut. Mau gila ga sih rasanya? Rasanya itu kayak karma, namun terbalik,

lo ngelakuin sesuatu yang baik tapi lo dapet balesan dari alam semesta berupa musibah, atau kabar buruk.

Latar belakangnya sih, kenapa sih tiap hal yang ingin dilakukan,pasti ada suatu ‘tembok’ yang musti di terobos?

Setelah gw melihat banyak kejadian, menjadi saksi mata atas kontak sosial antar individu, gw dapat menyimpulkan; Kalo manusia itu ada 2 ,ada yang Positif dan ada yang Negatif. Korelasi antara kedua tipe tersebut bisa dianalogikan dengan hukum magnet, bahwa kutub positif akan selalu bertemu dengan kutub negatif, begitu juga sebaliknya. Sementara itu, kutub positif TIDAK akan pernah bertemu dengan kutub positif, begitu juga sebaliknya.

Jika positif bertemu positif

Kalo definisi positif gw sendiri adalah  seseorang/atau suatu kejadian, jadi apa yang terjadi jika positif bertemu dengan positif? Mereka tidak akan bertemu. jika diibaratkan kedua kubu ini adalah manusia, mereka pasti punya jalan masing2. Mereka tahu apa yang dilakukannya untuk mencapai sesuatu yang baik buat dirinya, kalo kedua kubu diibaratkan individu dan sebuah kejadian, adil gak sih ada seseorang yang terus mendapatkan apa yang diinginkan tanpa effort yang lebih?

Jika positif bertemu negatif

Nah kalo yang ini adalah hal yang umumnya menggambarkan diri kita di kehidupan sehari-hari, singkatnya semua aspek-aspek hidup yang ingin dijalani dengan tujuan yang baik, tentunya ada ada konseskuensi yang harus dihadapi: musibah,masalah,tantangan. Nah jika kita mempunyai usaha untuk melewati itu semua, lo akan mendapatkan apa yang sering kita sebut hikmah, dan ingat, kita akan terus bertemu dengan kenegatifan (atau yang tadi gw bilang ‘konsekuensi’). Lagipula, mana ada sih pelajaran yang dapat diambil dari kehidupan yang nyaman dan tanpa effort?

Tapi dari teori yang gw karang ini ada hal yang ga bisa dijelasin; Apa yang terjadi dengan negatif bertemu dengan negatif, atau negatif bertemu dengan positif?. Mungkin seseorang yang negatif ketika menghadapi sebuah musibah, atau tantangan di kehidupan sehari-hari, mereka tidak pernah melihat atau menemukan sebuah hikmah atas apa yang dia jalani, dan dia akan terus semakin berada jauh terus ‘jatuh’. Tapi, kenegatifan selalu punya harapan untuk berubah, dan suatu saat akan bertemu dengan positif.

Teori ini sangat menghibur gw dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Jika bertemu masalah, gw selalu berkata dalam hati ‘mau sampe kapan pun, gw akan selalu bertemu dengan masalah, yang sekarang gw bisa lakukan cuma hadepin aja. Kalo gw lari dari masalah,artinya gw cuma seorang negatif bertemu dengan negatif’.

jadi lo berada di pihak mana?