Menunggu Perubahan Semalam

Menunggu Perubahan Semalam

Manusia yang baik itu ingin berubah.

Di luar sana bertebaran kisah inspiratif bagaimana seseorang bisa menjadi milyuner di usia yang relatif muda, sebelum usia 30 tahun. Sebelum lulus kuliah sudah menjadi duta besar PBB. Dan drop out dari kuliah karena meneruskan start-up yang booming hingga menjadikan mereka tenar dan kaya raya yang terjadi dalam semalam. Sementara kita masih terjebak kemacetan, kesulitan bangun pagi setiap harinya, setiap sebelum tertidur di malam hari, kita berharap adanya perubahan dalam semalam.

Informasi di luar sana mengajarkan bahwa akan ada suatu kalimat yang menyelesaikan segala permasalahan anda, hanya butuh satu kalimat tersebut yang begitu kuatnya untuk menyelesaikan segala rasa takut dan keragu-raguan kita. Buku di luar sana menjanjikan kehidupan yang spektakuler setelah membaca buku ini, pria ini langsung mendapatkan omzet miliaran dalam tiga bulan lah, dan lainnya.

Kalimat itu tidak pernah ada, hanya dongeng belaka.

Dari buku-buku yang saya baca sebelumnya dan menggunakan opini yang seadanya, ada tiga cara utama bagaimana seseorang berubah:

1.Terbentur

Definisi terbentur di sini ialah ketika seseorang menyentuh dasar dari hidupnya, mereka yang terbiasa dengan gaya hidup yang urakan dan sembrono, pada akhirnya malah mencelakakan orang yang paling mereka cintai, sehingga sejak hari itu hidupnya berubah. Inspirasi yang ia dapatkan, sayangnya harus dari kejadian yang negatif.

2.Terulang

Pernah melihat bagaimana suatu pedang dibuat? Suatu baja yang tadinya tebal tak berbentuk dipanaskan, lalu dipukulkan berkali-kali hingga berbentuk. Sama halnya ketika seseorang mengharapkan perubahan semalam, tapi sekali dipukul saja sudah resign dari kantor, sekali patah hati saja sudah langsung mau jadi bad boy. Ketika suatu hal yang tidak nyaman, terus menekan kita kembali secara terus menerus, kadang satu-satunya hal yang kita bisa lakukan adalah bersabar dan berusaha melihat sisi baiknya, meskipun terkesan konyol. Tapi segala cobaan di dunia ini, akan menjadikan kita lebih berkarakter. Hal ini juga dapat diterapkan ketika kita memaksakan diri untuk mengulang hal seperti bangun pagi dan berolahraga, ketika sesuatu terulang, itu akan menjadi bagian dari diri kita.

3.Terkontaminasi

Seperti kata pepatah, ketika kita berteman dengan pedagang parfum, maka kita akan terkena imbas menjadi wangi. Peer pressure, ketika seseorang dihadapkan dengan tekanan begitu banyak orang yang menuntut kita untuk menjadi bagian dari mayoritas, lama kelamaan, kita akan hanyut menjadi salah satu dari mereka. Ini bisa diartikan positif ataupun negatif, ketika hidup kita sudah sebegitu tidak sehatnya, maka paksakan diri anda untuk memiliki teman yang ada di komunitas senam ataupun marathon, walaupun awalnya anda akan menolak, namun karena ada lawan jenis yang menarik, dan teman anda yang menyenangkan semuanya di sana, maka tidak akan ada pilihan, anda akan terkontaminasi hal yang baik.

Setelah poin ini sudah dicoba untuk dilakukan, poin yang paling berat akan terjadi. Yakni ketika kita mendewakan konsep inspirasi.

“Kita begitu inginnya untuk mendapat inspirasi tentang bagaimana melakukan suatu hal secara konsisten, hingga meraih hasilnya.”

Inspirasi ataupun motivasi, umumnya hanya akan bertahan paling lama dua hari. Setelah itu, mereka akan berada di alam bawah sadar kita, dan akan muncul sebagai rasa bersalah setiap kita melakukan hal yang tidak seharusnya kita lakukan. Lalu bagaimana agar kita tidak tergila-gila dengan konsep kalimat motivasi yang life-changing tersebut?

Salah satu caranya adalah untuk percaya bahwa tidak akan pernah ada kalimat yang akan terus menerus membakar semangat di setiap hari kita. Kita hanya makhluk budaya, yang berganti dari satu kebiasaan ke kebiasaan lainnya.

Salam, RG.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *